Rabu, 01 Desember 2010

BAB . 5. PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PENDAHULUAN

Pelapisan masyarakat = perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).
Terjadinya pelapisan sosial dapat diidentisifikasi menjadi:
-          Terjadi dengan sendirinya = terjadi secara alamiah dan bukan ada unsur    
    Kesengajaan.
-          Terjadi dengan disengaja, dalam sistem ini terdapat 2 sistem yaitu:
1.     Sistem fungsional
Pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus berkerjasama dalam kedudukan yang sederajat.
2.     Sistem saklar
Pembagian kekuasaan menurut tangga/ jenjang dari atas (vertikal)
Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, dibagi mejadi 5 tingkatan yaitu:
-          Kasta brahman  = golongan pendeta dan merupakan golongan tertinggi
-          Kasta ksatria       = golongan bangsawan dan tentara
-          Kasta waisya      = golongan pedagang
-          Kasta sudra         = golongan rakyat jelata
-          Paria                     = golongan yang tidak mempunyai kasta seperti :gelandangan.
Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
-          Dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang diatasnya.
Dapat kita simpulkan bahwa ukuran yang biasanya dipakai untuk menggolongkan anggota masarakat kedalam lapisan-lapisan sosial adalah:
1.     Ukuran kekayaan
2.     Ukuran kekuasaan
3.     Ukuran kehormatan, dan
4.     Ukuran ilmu pengetahuan
Elite = sekelompok masyarakat yang mempunyai/menempati kedudukan tinggi.
Massa = suatu pengelompokan kolektif lain yang eleenter dan spontan.
Penghitungan pendapatan dapat didapat dari beberapa sumber seperti:
-          Sewa tanah                                Bunga modal
-          Laba pengusaha                                   upah

ELITE DAN MASSA
1)       ELITE
a.        Pengertian
Dalam arti khusus elite dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
b.       Fungsi Elite dalam memegang strategi
Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen atau homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa.
2)       MASSA
Istilah massa yang dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
PEMBAGIAN PENDAPAT
(1)     Komponen Pendapatan
Ada 2 kelompok dalam kehidupan ekonomi yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen.
(2)     Perhitungan Pendapatan
Masih ada faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah.
(3)     Distribusi Pendapatan
Kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu negara adalah mempermudah perancangan perekonomian negara.










BAB 4. WARGA NEGARA DAN NEGARA


1 . HUKUM,NEGARA,DAN PEMERINTAHAN

Ciri – ciri hukum sbb:
-          Adanya perintah dan larangan
-          Perintah dan larangan itu harus dipatuhi setiap orang
-          Memiliki sangsi dan hukuman yang tegas
Sumber – sumber hukum dapat di tinjau dari segi formal dan tidak formal
Sumber formal diantaranya:
1.     Undang – undang ( Statute )
2.     Kebiasaan ( Costum )
3.     Keputusan – keputusan hakim (Yurissprudensi )
4.     Traktat ( Treaty )
5.     Pendapat sarjana hukum
B . NEGARA
Merupakan alat dari rakyat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat,sifat – sifat negara dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu :
1.     Memaksa
2.     Monopoli
3.     Mencakup semuanya
C . PEMERINTAHAN
Pemerintahan adalah unsur yang paling penting , tanpa pemerintah maka negara tidak ada yang mengaturnya, maka dapat dikatakan bila suatu negara tidak mempunyai pemerintahan maka negara tersebut akan kacau.
Unsur penting yang lainnya adalah rakyat, jika rakyat tidak ada maka negara itu hanya angan – angan saja . rakyat dalam suatu negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara tersebut dan wajib tunduk pada kekuasaan negara tersebut dan peraturan perundang – undangan yang telah ditetapkan negara tersebut.
Pelapisan masyarakat = perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).
Terjadinya pelapisan sosial dapat diidentisifikasi menjadi:
-          Terjadi dengan sendirinya = terjadi secara alamiah dan bukan ada unsur    
    Kesengajaan.
-          Terjadi dengan disengaja, dalam sistem ini terdapat 2 sistem yaitu:


1.     Sistem fungsional
Pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus berkerjasama dalam kedudukan yang sederajat.
2.     Sistem saklar
Pembagian kekuasaan menurut tangga/ jenjang dari atas (vertikal)
Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, dibagi mejadi 5 tingkatan yaitu:
-          Kasta brahman  = golongan pendeta dan merupakan golongan tertinggi
-          Kasta ksatria       = golongan bangsawan dan tentara
-          Kasta waisya      = golongan pedagang
-          Kasta sudra         = golongan rakyat jelata
-          Paria                     = golongan yang tidak mempunyai kasta seperti :gelandangan.
Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
-          Dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang diatasnya.
Dapat kita simpulkan bahwa ukuran yang biasanya dipakai untuk menggolongkan anggota masarakat kedalam lapisan-lapisan sosial adalah:
1.     Ukuran kekayaan
2.     Ukuran kekuasaan
3.     Ukuran kehormatan, dan
4.     Ukuran ilmu pengetahuan
Elite = sekelompok masyarakat yang mempunyai/menempati kedudukan tinggi.
Massa = suatu pengelompokan kolektif lain yang eleenter dan spontan.
Penghitungan pendapatan dapat didapat dari beberapa sumber seperti:
-          Sewa tanah                                Bunga modal
-          Laba pengusaha                                   upah






BAB 3 . PEMUDA DAN SOSIALISAS



1.INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Masa remaja merupakan masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka berasa dalam anomi(keadaan tanpa norma dan hukum) yang berakibat terjadinya penyimpangan atau kecendrungan melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu bimbingan orang tua sangat diperlukan untuk mensuport para remaja kearah yang positif.
2 . PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Pembinaan sangat diperlukan untuk pengembangan generasi muda pola dasar pembinaan dan penggembangan disusun berlandaskan:
            1 . landasan idiil                             : pancasila
            2 . landasan konstitusional          : UUD 1945
            3 . landasan strategi                      : garis – garis besar haluan negara
            4 . landasan histori                        : sumpah pemuda 1928  dan proklamasi
                                                                          Kemerdekaan 17 agustus 1945

            5 . landasan normatif                    : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang
                                                                          Hidup dalam masyarakat
1)       Potensi-potensi Generasi Muda / Pemuda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a)   Idealisme dan daya kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada.
b)  Dinamika dan kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda.
c)   Keberanian mengambil resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal.
d)  Optimis dan kegairahan semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat.
e)   Sikap kemandirian dan disiplin murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
f)    Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g)  Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita.
h)  Patriotisme dan nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara di kalangan generasi muda.
i)     Sikap kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
j)     Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional.


















BAB 3 . PEMUDA DAN SOSIALISAS



1.INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Masa remaja merupakan masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka berasa dalam anomi(keadaan tanpa norma dan hukum) yang berakibat terjadinya penyimpangan atau kecendrungan melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu bimbingan orang tua sangat diperlukan untuk mensuport para remaja kearah yang positif.
2 . PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Pembinaan sangat diperlukan untuk pengembangan generasi muda pola dasar pembinaan dan penggembangan disusun berlandaskan:
            1 . landasan idiil                             : pancasila
            2 . landasan konstitusional          : UUD 1945
            3 . landasan strategi                      : garis – garis besar haluan negara
            4 . landasan histori                        : sumpah pemuda 1928  dan proklamasi
                                                                          Kemerdekaan 17 agustus 1945

            5 . landasan normatif                    : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang
                                                                          Hidup dalam masyarakat
1)       Potensi-potensi Generasi Muda / Pemuda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a)   Idealisme dan daya kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada.
b)  Dinamika dan kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda.
c)   Keberanian mengambil resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal.
d)  Optimis dan kegairahan semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat.
e)   Sikap kemandirian dan disiplin murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
f)    Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g)  Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita.
h)  Patriotisme dan nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara di kalangan generasi muda.
i)     Sikap kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
j)     Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional.


















BAB 2 . INDIVIDU, KELUARGA, DAN KEBUDAYAAN


1.     Pengertian individu
Individu dalam bahasa latin “individuum” artinya “yang tak terbagi”
b. faktor yang mempengaruh pertumbuhan dibagi menjadi tiga :
      -           pendirian nativistik
      -           pendirian empiristik dan environmentalistik
      -           pendirian konvergensi daan interaksionisme
C . tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi di bagi menjadi :
a.      Masa vital
b.     Masa estetik
c.      Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)
d.     Masa remaja , pada masa ini si bagi menjadi menjadi 3 yaitu:
-          Masa pra remaja
-          Masa remaja
-          Masa usia mahasiswa (masa remaja akhir )
Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat sedangkan masyarakat adalah setiap kumpulan individu yang telah cukup lama hidup dan berkerjasama dalam waktu lama.
1)       Unsur-unsur Desa
Ada 3 unsur desa yaitu : Penduduk, Daerah dan tata kehidupan. Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.
2)       Fungsi Desa
a.   Dalam hubungannya dengan kota.
b.   Desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi.
c.    Dari segi kegiatan kerja.

Desa merupakan komponen terpenting dari sistem pemerintahan yang dapat menunjang tersedianya kelengkapan, akurasi dan semua hal yang berhubungan dengan seluruh sistem fundamental data kependudukan.
   Ciri – ciri masyarakat perdesaan dapat disimpulkan sbb:
1.     Homogenitas sosial
2.     Hubungan primer
3.     Kontrol sosial yang ketat
4.     Gotong royong
5.     Ikatan sosial
6.     Magis religius
7.     Pola kehidupan

URBANISASI DAN URBANISME
Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu :
·           Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
·          Pertambahan penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan kota )
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnyapenduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.